Mochtar Sarman

COO Design Licensing International

Tentu kita masih ingat bagaimana maskot Asian Games (Bhin Bhin, Atung, dan Kaka) menjadi salah satu buruan masyarakat untuk dikoleksi. Kesuksesan maskot ini mencuri hati masyarakat tak lepas dari andil Bapak Mochtar Sarman yang mana menjabat sebagai Director of Merchandising untuk Asian Games Indonesia.

Nama Bapak Mochtar Sarman sudah tidak asing di industri lisensi Indonesia. Rekam jejaknya selama 21 tahun di industri lisensi ini sudah menorehkan banyak prestasi. Salah satunya adalah beliau pernah menjabat sebagai Country Director of Retail and Licensing Indonesia untuk Walt Disney Indonesia.




Bambang Sutedja

SEA Business Director of Medialink Animation International Ltd.

Industri lisensi merupakan Personal Passion bagi Bapak Bambang Sutedja. Kecintaanya pada dunia ini sudah membuahkan hasil yang tidak sedikit. Brand-brand yang pernah ditangani pun tidak main-main, seperti Cartoon Network, Nickeledeon, Transformers, My Little Pony, dan banyak lagi.

Saat ini Bapak Bambang Sutedja menjabat sebagai SEA Business Director Medialink Animation International Ltd. Dan pada Creative IP Bootcamp Katapel kali ini beliau menyempatkan waktunya untuk menjadi salah satu mentor.




Helena Irma Tegoeh

Country Head Animation International

Jika kamu adalah penggemar Doraemon, One Piece, Sinchan, Dragon Ball Z, maka Helena Irma adalah orang yang tepat untuk digali ilmunya. Dan brand-brand tersebut hanya sebagian dari brand yang di-handle oleh Helena.

Helena Irma bukanlah orang baru di industri lisensi. Ia telah mendedikasikan 9 tahun hidupnya di bidang ini. Sehingga sekarang ia menjabat salah satu posisi penting, yakni Country Director Animation International dengan cakupan negara yang ditangani seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.




Maria L.

Senior Brand Assurance & Creative Executive

Ketika nama-nama brand-brand dunia seperti, Warner Bros and DC Comics, Rovio, Dream Works Animation, dan Cartoon Network adalah kantor idaman bagi banyak orang, Maria sudah menjajaki itu semua. Passion dan kecintaannya akan Creative Designer serta Illustrator telah membawanya ke jenjang yang sekarang ia tapaki.




Fariz Syah Alam

Intellectual Property Advisor of LEXAR

Meski masih terhitung muda, Fariz Syah Alam sudah mendalami Intellectual Property Rights sejak 2013 yang lalu. Klien yang ia tangani di ranah perlindungan IP dalam sektor hukum bukan hanya saja berasal dari dalam negeri, tetapi juga internasional.

Saat ini Fariz menjabat sebagai Intellectual Property Advisor di LEXAR. Dalam workshop Katapel batch 2 ini, Fariz akan memberikan materi perihal cara melindungi karya sehingga memiliki kekuatan di mata hukum. Dengan materi ini para peserta diharapkan kedepannya bisa melindung IP mereka dengan maksimal dan akan semakin tenang dalam berkarya.




Eko Nugroho

CEO/Project Director of Kummara Game Studio

Nama Eko Nugroho di dunia gaming sudahlah tidak asing lagi. Ia adalah CEO dari Kummara Game Studio yang bermarkas di Bandung. Ia acap kali diundang untuk jadi pembicara di konferensi internasional seperti Serious Game Conferernce di Korea Selatan dan Singapura. Selain itu ia juga adalah dosen di Workshop Desain Game untuk berbagai universitas / lembaga baik di Indonesia juga Singapura.

Buat kamu yang memang terjun di industri Game atau kreator IP yang sedang melebarkan sayap ke medium ini tentu materi yang akan diberikan akan sangat bermanfaat sekali.




Trisnia Anchali Kardia

Sales Director at LINE Indonesia

Saat ini Anchali menduduki posisi Sales Director di Line Indonesia. Kiprahnya di bidang ini sudah sangat teruji. 13 tahun adalah rentang waktu yang cukup panjang membuktikan bahwa ia adalah Sales Professional. Berbagai tipe perusahaan pun telah ia cicipi, baik itu media advertising, digital advertising, telekomunikasi, dan lainnya.

Pada workshop Katapel batch 2 ini Anchali akan membagikan materi strategi untuk menaikkan brand awareness. Tentu ini akan sangat menarik, ini adalah bekal yang penting bagi pengembangan sebuah IP.




Mira Hoeng

Founder/CEO of MIWA Pattern

Mira Hoeng adalah seorang creativepreneur, yaitu seorang pekerja seni sekaligus pengusaha muda yang baru memulai mewujudkan cita-citanya membangun usaha dalam bidang desain tekstil yang semuanya digambar sendiri dengan medium cat air. Setiap gambar yang dibuat oleh Mira mempunyai arti yang mendalam dan berharap bisa menjadi inspirasi kebaikan untuk khalayak ramai. Dengan berjalan dalam Dhamma dan mengangkat nilai nilai kebaikan, Mira menuangkan cerita ini ke setiap barang yang diproduksi seperti syal (selendang), sepatu, handphone cover, dan pouch. Happiness in Pattern, yang artinya Kebahagiaan dalam Motif (seni), diusung sebagai motto brand yang dibangun oleh Mira dengan harapan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang melihat motif tersebut. Saat ini Mira mempunya 2 brand fashion textile yaitu MIWA dan MIWA yellow line, yang semua produknya di desain khusus oleh Mira sendiri.

Pada April 2018, Mira Hoeng terpilih menjadi brand ambassador Program She’s Mercedes dari Mercedes-Benz Indonesia sebagai wanita inspiratif muda Indonesia. Selain itu, Mira aktif di bidang sosial sebagai pengajar Seni Rupa di Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Founder di Majima, sebuah organisasi nirlaba untuk membantu pendidikan anak anak tidak mampu di seluruh desa di Indonesia. Saat ini, Mira juga aktif dalam menjadi pengajar seni lukis dan menyulam lepasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau penjara di seluruh Indonesia.




Ade Novita

Advokat dan Senior Advisor di Justika.com

Selama 19 tahun terjun di dunia hukum, Ade Novita aktif menangani hukum terkait perusahaan,teknologi informasi dan industri kreatif. Namun, ketertarikannya pada isu Hak Asasi Manusia, terutama pemenuhan hak-hak perempuan, anak dan kesehatan, membuatnya dipercaya berbagai lembaga dan forum internasional untuk menjadi narasumber dan juga terlibat dalam kajian hukum terkait hal tersebut.

Ade juga terlibat aktif dalam beberapa gerakan sosial pemberdayaan masyarakat, antara lain yang di media sosial dikenal dengan tagar #patientsafety #koinprita dan #stopperkawinananak. Keinginan Ade untuk mewujukan perempuan yang berdaya secara ekonomi, membuatnya aktif melakukan edukasi dan pendampingan terkait ekonomi kreatif. Dalam beberapa tahun belakangan, Ade telah mendampingi para perempuan yang hak cipta atas karya kreatifnya dilanggar, agar mereka mendapatkan manfaat ekonomi dari karyanya tersebut. Ade juga baru-baru ini mengembangkan platform yang disebut justika.com yang membantu orang yang membutuhkan nasihat hukum untuk dengan mudah menemukan pengacara yang tepercaya.